Usaha yang Menguntungkan dari Budidaya Ikan Gurami

 Peluang Usaha

Peluang Usaha yang Menguntungkan dari Budidaya Ikan Gurami

Usaha yang MenguntungkanBisnis di sektor budidaya hewan untuk kebutuhan konsumsi akan terus menjadi usaha yang menguntungkan. Misalnya dalam menternakkan ikan gurame, yang akan mampu memberikan banyak keuntungan bagi para peternakknya. Ikan yang sedikit berkelas ini harganya memang berbeda dari ikan-ikan konsumsi pada umumnya. Seperti yang kita ketahui bahwa keuntungan budidaya ikan tidak sebatas dari usaha pembenihan saja.

Seperti yang dibuktikan oleh Bapak Hasim, 34 Th, warga Sidomulyo, Kabupaten Purworejo yang sukses dalam mengembangkan usaha bududaya ikan gurami. Ikan-ikan gurami peliharaannya kini bahkan sudah mampu menembus pasar luar kota. “Ikan Gurami tidak perlu pasokan air yang mengalir, hampir mirip dengan ikan lele hanya saja perlakuannya berbeda khususnya dalam pakan lebih detil & teratur,” tuturnya.

Terlebih lagi tingkat kematian ikannya maksimal hanya 10 % saja. bisa dibilang angka kematian yang kecil untuk ukuran hewan ternak. Hasim juga menuturkan, bahwa usaha pembesaran ikan gurami yang ditekuninya sudah berlangsung 2 tahun. Hasil panen ikan guraminya ini banyak dipesan rumah makan di Purwokerto. “Tidak hanya dipasarkan di Purworejo saja, ikan-ikan gurami saya juga dibeli pedagang ikan di Purwokerto,” tambahnya.

Ia memiliki 8 kolam yang dibuat dengan ukuran sama, yakni 7 meter x 4,5 meter persegi dan satu kolam dibuat lebih luas untuk menampung ikan yang siap panen. Kini ada sekitar 4.500 ekor ikan gurami milik Hasim. “Setiap kolam bisa diisi sebanyak 400 ekor bibit ikan gurami. Setelah besar ikan-ikan itu akan dipindah & ditampung di kolam yang lebih besr untuk menjaga perkembangannya,” tuturnya.

Relasi Hasim, adalah Ahmadi, 45 Th, warga Dlanggu, Kabupaten Purworejo menambahkan, apa yang dilakukan Hasim adalah murni pembesaran. Dari 8 kolam ini tidak terdapat kolam pemijahan. “Bibit-bibit ikan gurami ini beli dari saya dengan harga Rp 1.250 per ekor seukuran korek gas. Setelah besar saya yang mengambilnya. Ikan gurami ini masih 12 bulan, rata-rata per ekornya seberat 6 ons, namun harganya sudah mencapai Rp 22.000 per kilogram,” tambahnya.

Ahmadi beranggapan bahwa proses pembesaran ikan yang selama ini dinilai tidak menguntungkan dan justru merugikan, bisa terpatahkan oleh keuletan Hasim. “Untuk budidaya ikan kata orang lebih menguntungkan untuk pembenihan. Tapi nyatanya, pembesaran/penggemukan itu terbukti bukan untuk ternak sapi saja, ikan juga bisa sukses seperti ini,” terangnya.

Melihat kisah singkat tersebut dapat kita mabil kesimpulan positif bahwa usaha dalam budidaya ikan gurami ini bisa menjadi usaha yang menguntungkan. Meski demikian tak ada usaha yang tak memiliki risiko. Risiko kegagalan tetap ada, namun dengan banyak belajar dan keulatan dalam usaha ini akan mampu menjadikan usaha pembasaran ikan gurame ini menjadi usaha yang benar banar menguntungkan.